Alat-Alat Ukur (Bagian 1)

Setelah kita mempelajari pengertian besaran dan satuan beserta definisi satuan internasional (SI) yang digunakan saat ini, maka muncul pertanyaan baru, dengan apa kita mengukur? Jawabannya adalah dengan alat-alat ukur. Tentu saja alat-alat ukur ini telah mengalami proses standardisasi yang mengacu pada standar satuan internasional (SI) yang digunakan saat ini seperti yang telah dipaparkan dalam tulisan sebelumnya.

Alat ukur yang biasa digunakan untuk besaran panjang antara lain penggaris, meteran, jangka sorong, dan mikrometer. Masih adakah jenis lainnya? Masih, yang jelas prinsipnya semua mengacu pada 1 meter standar seperti yang telah dijelaskan dalam materi sebelumnya.

Alat Ukur Panjang

Alat ukur yang biasa digunakan untuk besaran massa antara lain timbangan biasa, timbangan digital, neraca biasa, dan neraca Ohaus. Tentu saja semakin tingginya teknologi saat ini, alat ukur besaran massa juga semakin berkembang dan semakin kompleks. Dapatkah Anda menyebutkannya?

Neraca

Terakhir adalah alat ukur yang biasa digunakan untuk besaran waktu antara lain stopwatch, arloji, jam dinding dan sejenisnya. Seperti halnya dua besaran sebelumnya, semakin majunya teknologi saat ini maka alat-alat pengukur besaran waktu pun semakin detil sesuai dengan kebutuhannya.

Waktu

Untuk alat-alat ukur besaran lainnya akan kita bahas dalam tulisan-tulisan berikutnya.

Besaran & Satuan

Seperti yang telah dijelaskan tentang pengertian fisika dalam tulisan sebelumnya, maka dalam praktiknya fisika tidak lepas dari aktivitas yang bernama mengamati, mengukur, menghitung, menganalisis dan menyimpulkan hasilnya. Sebagaimana sebuah kaidah ilmiah, maka dalam fisika aktivitas mengukur dan menghitung menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Tetapi semua aktivitas itu pasti harus didasari dengan konsep yang jelas dan benar. Sehingga dalam aktivitas mengamati dan melakukan pengukuran, kita tidak dapat dilepaskan dengan apa yang diukur, dengan apa kita mengukur, dan bagaimana hasil pengukurannya.

Apa yang diukur? Maka perlu dibuat kesepakatan yang sama tentang sesuatu hal yang diukur baik substansinya maupun istilahnya. Maka dari itu muncullah istilah besaran. Kita mengenal ada besaran panjang, massa, waktu, dan sebagainya.

Dengan apa kita mengukur? Maka disini adalah berbicara tentang alat yang diperlukan untuk mengukur. Alat untuk mengukur diciptakan setelah para ilmuwan menyepakati bagaimana mereka mendefinisikan sesuatu yang diukur itu dengan jelas dan tegas.

Bagaimana hasil pengukurannya? Dalam aktivitas ini maka kita akan mengacu pada sebuah data baik itu angka (kuantitatif) maupun kata-kata (kualitatif). Pada prinsipnya hasil pengukuran itu harus disamakan dengan sebuah standar yang disepakati. Maka disitulah besaran itu harus meliliki satuan.

Maka mempelajari besaran dan satuan adalah belajar tentang apa-apa yang telah disepakati para ilmuwan dunia tentang aktivitas observasi dan kegiatan ilmiah mereka. Sehingga dengan adanya besaran dan satuan, setiap orang bisa menangkap maksud dari publikasi ilmiah yang dituliskan. Misalnya jika seorang ilmuwan menuliskan bahwa panjang lintasan elektron di CERN itu 500 km, maka ilmuwan lainnya dengan mudah mengerti maksud dari 500 km tersebut karena sudah ada kesepakatan tentang besaran dan satuan, serta alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran itu.

Berikut adalah besaran dan satuan yang ditetapkan sebagai Sistem Internasional (SI).

Satuan Internasional

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, Insya Allah akan diulas pada bagian tulisan lainnya.